{"id":1,"date":"2022-04-12T10:37:10","date_gmt":"2022-04-12T03:37:10","guid":{"rendered":"https:\/\/etraining.id\/notes\/?p=1"},"modified":"2022-04-26T17:29:24","modified_gmt":"2022-04-26T10:29:24","slug":"panduan-karir-fresh-graduate","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/","title":{"rendered":"Panduan 8 Langkah bagi Fresh Graduate untuk Mendapatkan Karir Impian"},"content":{"rendered":"<div class=\"ttr_start\"><\/div>\n<pre class=\"wp-block-verse has-medium-font-size\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\">Panduan ini akan membantu setiap Fresh Graduate untuk meraih karir impiannya. Dijabarkan dengan sederhana dan mudah untuk di aplikasikan. Meski ditujukan untuk Fresh Graduate, Anda yang sudah berpengalaman pun bisa menerapkannya. Sesuai dengan judul, panduan ini diperuntukkan untuk mendapatkan karir, bukan sekedar pekerjaan.\n<\/pre>\n\n\n\n<p>Umumnya Fresh Graduates, setelah lulus kuliah akan membuat CV, googling lowongan kerja, lalu mengirimkan email lamaran kerja. CV yang dibuat isinya biasanya &#8220;sangat detail&#8221;. Riwayat pendidikan sejak TK hingga Sarjana tak jarang ikut dituliskan di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditambah dengan bumbu-bumbu skill dengan bentuk rating bintang berjejer. Rating yang (sayangnya) sulit untuk di verifikasi keakuratannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, ketika apply kerja, lowongan apapun disikatnya. Pokoknya, begitu ada lowongan kerja, langsung apply. Tidak peduli itu cocok atau tidak baginya. <\/p>\n\n\n\n<p>Soalnya, prinsip: <em>&#8220;siapa tahu itu rejeki&#8221;<\/em> atau <em>&#8220;kalau memang sudah rejeki, tidak akan tertukar&#8221;<\/em> sering dipegang teguh oleh pelamar kerja seperti itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, pelamar kerja yang modelnya seperti ini jarang yang cepat dapat kerja. Boro-boro dapat kerja, dipanggil interview saja nggak.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, apakah kamu tipikal pelamar seperti itu?<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-ast-global-color-0-background-color has-ast-global-color-0-color\"\/>\n\n\n\n<p>Tapi, saya maklum kalau Fresh Graduate pada umumnya begitu. <\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa?<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab tidak ada yang mengajari mereka secara utuh. Kampus mereka juga tidak mengajari gimana caranya dapat kerja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, kalau searching di internet pun, isinya hanya berupa artikel sepotong-sepotong, atau tips-tips dangkal yang sama sekali tidak membantu. Yang ada malah bikin bingung. Kasihan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, karena itulah, saya buatkan panduan ini. Supaya kamu yang Fresh Graduate tahu setiap langkah yang diperlukan supaya mendapatkan karir impian.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, karir impian. Bukan sekedar pekerjaan, tapi karir.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\"><strong>Note:<\/strong>\n<em>Meski judulnya diperuntukkan kepada fresh graduate, tapi pada prinsipnya panduan ini bisa digunakan juga untuk Anda yang sudah berpengalaman.<\/em><\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Career Path<\/h2>\n\n\n\n<p>OK, langkah pertama adalah membuat Career Path, bukan yang lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa begitu? <\/p>\n\n\n\n<p>Karena untuk menuju ke tujuan tertentu, kamu butuh peta. Sehingga kamu gak nyasar. Atau muter-muter gak jelas di situ-situ saja. Career Path itu berfungsi seperti peta bagi perjalanan karir kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Panduan bagimu dalam memanjat tangga korporasi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/career-path-eTraining.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-33\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/career-path-eTraining.jpg 626w, https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/career-path-eTraining-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption><em>Ilustrasi Career Ladder. Gambar diambil dari <a href=\"https:\/\/freepik.com\">Freepik <\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Mereka yang karirnya di situ-situ saja, pasti tidak memiliki career path yang baik. Malah bisa jadi tidak tahu apa itu Career Path. <\/p>\n\n\n\n<p>Padahal idealnya, Career Path itu dibuat sebelum kamu lulus. Supaya ketika sudah lulus, kamu gak jadi sarjana tanpa arah.<\/p>\n\n\n\n<p><div class='tm-tweet-clear'><\/div><div class='tm-click-to-tweet'><div class='tm-ctt-text'><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Yuk%2C+buat+Career+Path+supaya+tidak+jadi+sarjana+tanpa+arah..&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank'>Yuk, buat Career Path supaya tidak jadi sarjana tanpa arah..<\/a><\/div><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Yuk%2C+buat+Career+Path+supaya+tidak+jadi+sarjana+tanpa+arah..&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank' class='tm-ctt-btn'>Click To Tweet<\/a><div class='tm-ctt-tip'><\/div><\/div><\/p>\n\n\n\n<p>Career Path, pada prinsipnya berisi goal jangka panjang kamu dalam berkarir. Lalu di breakdown kebawah menjadi mid-term goal yang harus kamu capai dalam rentang 3-5 tahun mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melakukan breakdown, kamu bisa mengetahui apa saja skill dan kompetensi yang saat ini sudah kamu miliki. Plus skill gap antara skill set kamu saat ini, dengan skill yang dibutuhkan oleh goal yang kamu tuju.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dari skill gap tersebut, barulah kamu buat action list yang harus kamu lakukan, untuk menghilangkan skill gap tersebut. Kalau sudah tahu action list-nya, ya tinggal di kerjakan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jangan cuma menjadikan Career Path-mu sebagai pajangan saja.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-ast-global-color-0-background-color has-ast-global-color-0-color\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">CV &#8211; Curriculum Vitae<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memiliki Career Path, sekarang waktunya membuat CV. Fresh Graduate biasanya bingung perbedaan antara CV dan Resume, sebab kadang ada recruiter yang meminta resume, ada juga yang meminta CV. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut saya tidak perlu dipusingkan. Karena CV dan resume di Indonesia, pada prinsipnya sama saja. Recruiter pada umumnya tidak memusingkan hal itu. <\/p>\n\n\n\n<p>Yang penting adalah isi dari CV yang kamu kirimkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Isi terpenting dari CV cuma ada 4, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Biodata <em>(Nama lengkap, nomor HP, email, alamat dan Linkedin kamu)<\/em><\/li><li>Pengalaman Kerja \/ Organisasi <em>(tentu plus achievement\/prestasi kamu)<\/em><\/li><li>Pendidikan <em>(cukup tulis kuliahnya saja D3\/D4 atau S1\/S2, jangan tulis riwayat pendidikan sejak TK atau SD)<\/em><\/li><li>Skill <em>(lebih bagus bila ada sertifikat yang mendukung)<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Khusus untuk skill, cukup tulis yang relevan dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar. Kalau perlu kursus untuk upgrade skill, bisa ke <a href=\"https:\/\/www.coursera.org\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Coursera<\/a> atau <a href=\"https:\/\/etraining.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">eTraining Indonesia<\/a>. Keduanya memberi sertifikat yang <em>recognized<\/em> di dunia industri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Nanti CV-nya pakai desain warna-warni nan cantik, atau polos saja? <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tergantung. <\/p>\n\n\n\n<p>Tergantung perusahaan yang kamu lamar pakai ATS (<em>Applicant Tracking System<\/em>) atau tidak. Kalau perusahaan yang kamu lamar tidak memakai ATS, ya silahkan melamar dengan CV berdesain menarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kalau saya pribadi lebih suka pakai yang polos saja. Tanpa desain apapun. <\/p>\n\n\n\n<p>Ya, seperti CV jadoel. CV seperti itulah yang sekarang marak disebut sebagai <em><strong>ATS-friendly<\/strong><\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, tapi yang perlu digarisbawahi adalah: <strong>isi dari CV kamu wajib menunjukkan prestasi kamu!<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p>Jangan cuma menulis job description pekerjaan atau organisasi. Tapi, perjelas juga dengan <em>achievement <\/em>atau prestasi kamu, selama memegang jabatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><div class='tm-tweet-clear'><\/div><div class='tm-click-to-tweet'><div class='tm-ctt-text'><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=CV+yang+mendatangkan+peluang+kerja+itu+berisi+prestasi%2C+bukan+sekedar+job+description.&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank'>CV yang mendatangkan peluang kerja itu berisi prestasi, bukan sekedar job description.<\/a><\/div><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=CV+yang+mendatangkan+peluang+kerja+itu+berisi+prestasi%2C+bukan+sekedar+job+description.&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank' class='tm-ctt-btn'>Click To Tweet<\/a><div class='tm-ctt-tip'><\/div><\/div><\/p>\n\n\n\n<p>Prestasi inilah yang bikin recruiter klepek-klepek, dan tidak tahan untuk segera menghubungimu. Lalu memintamu datang interview.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu dengan catatan, prestasinya memang sesuai dengan posisi yang kamu lamar.<\/p>\n\n\n\n<p>Misal, kalau kamu bekerja sebagai Sales, maka prestasinya: <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>&#8220;Berhasil membukukan penjualan sebesar x Milyar di tahun 20xx yang melampaui target perusahaan sebesar Y persen.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Kalau kamu Admin, maka bisa jadi prestasinya: <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>&#8220;Tidak pernah membuat kesalahan ataupun mendapat teguran dalam penulisan invoice selama xx tahun bekerja.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Jangan salah, membuat invoice tanpa pernah sekalipun keliru selama sekian tahun, itu juga sebuah prestasi. Tidak semua orang bisa.<\/pre>\n\n\n\n<p><strong>Tapi gimana kalau Fresh Graduate? Kan belum pernah kerja.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau belum pernah bekerja sama sekali, ya tuliskan saja pengalaman berorganisasi kamu, dan prestasi kamu selama menjabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Misal, kamu jadi kasie penggalangan dana untuk event X, maka prestasinya: <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>&#8220;Berhasil menggalang dana untuk event X sebesar Y Rupiah dengan cara bla bla bla&#8221; <\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>atau <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>&#8220;Menghadapi situasi perselisihan blablabla karena blablabla, dan untuk mengatasinya saya melakukan blablabla&#8221;<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Tapi jangan mengarang indah. Jangan! <\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, sangat mudah bagi recruiter untuk mengetahui ketika kamu membual akan prestasimu.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-ast-global-color-0-background-color has-ast-global-color-0-color\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Personal Branding<\/h2>\n\n\n\n<p>Ini adalah langkah selanjutnya setelah kamu punya Career Path dan CV. Bukan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa?<\/p>\n\n\n\n<p>Karena dengan memiliki Career Path dan CV terlebih dahulu, maka kamu bisa lebih jelas dalam membuat Branding dirimu.<\/p>\n\n\n\n<p>Eh tapi, <strong>Personal Branding itu apa?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"626\" height=\"626\" src=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-personal-branding.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-146\" srcset=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-personal-branding.jpg 626w, https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-personal-branding-300x300.jpg 300w, https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-personal-branding-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption><em>Ilustrasi Personal Branding, courtesy of <a href=\"https:\/\/img.freepik.com\/free-vector\/personal-branding-abstract-concept_335657-3043.jpg\">Freepik<\/a>.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Personal Branding itu strategi untuk menciptakan citra dirimu, sehingga publik bisa mudah membedakanmu dengan orang lain. Bisa dibilang, Personal Branding adalah cara supaya kamu dikenal oleh orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Bukan dikenal oleh sembarang orang, tapi khususnya oleh para recruiter dan level managerial keatas. Tentu bukan dikenal karena joget-joget a la Tiktok ya, tapi karena skill, kompetensi, dan cara komunikasimu.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara paling mudah untuk memulai Personal Branding, adalah dengan memiliki Linkedin.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kenapa Linkedin? <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Well, sebenarnya tidak harus Linkedin. Kalau punya blog, silahkan gunakan blog kamu. <\/p>\n\n\n\n<p>Demikian juga kalau punya Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya. Silahkan gunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Linkedin sengaja saya utamakan, karena disitulah tempat para pencari kerja dan para recruiter berkumpul dan bersosialisasi. Kamu sebagai Fresh Graduates akan lebih dimudahkan dalam melakukan Personal Branding. <\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa metode &#8220;sederhana&#8221; dalam melakukan personal Branding di Linkedin.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa saja?<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong>Minta untuk Terhubung \/ Connect<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Minta connect dengan orang-orang yang berprofesi sebagai HR \/ Recruitment team. Serta mereka yang punya level managerial keatas. <\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, kamu minta connect, bukan follow. Jadi jangan sampai keliru, soalnya ada 2 opsi itu di Linkedin.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah terkoneksi, jangan lupa kirim pesan terima kasih.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li><strong>Follow Influencer<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Follow para influencer di Linkedin, dan rajinlah berkomentar cerdas di status \/ postingan mereka. Tujuannya supaya mereka notice kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Komentar cerdas, bisa berupa pertanyaan lebih lanjut atas posting influencer yang bersangkutan, atau kamu memberikan pernyataan yang mendukung postingan influencer tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan cuma komentar: <em>&#8220;mantap Pak&#8221;<\/em>, <em>&#8220;setuju Bu&#8221;<\/em>, atau sejenisnya. Tunjukkan kualitasmu di hadapan influencer, dan para pembaca postingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li><strong>Posting<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Buat postingan yang sesuai dengan skill, kompetensi, atau pengalaman kamu. Usahakan postingan kamu itu selaras dengan Career Path yang telah kamu buat. <\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa tag para influencer yang sudah kamu follow pada postingan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Tujuannya apa men-tag mereka? <\/p>\n\n\n\n<p>Supaya postingan kamu mendapatkan jangkauan lebih luas. Jadi lebih banyak orang yang tahu tentang dirimu. Syukur-syukur bila postingan kamu di komentari influencer, kan lumayan. Koneksi mereka jadi pada tahu. Itu namanya promosi, tanpa perlu keluar rupiah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika nantinya kamu sudah mendapatkan pekerjaan, jangan berhenti melakukan Personal Branding. <\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa?<\/p>\n\n\n\n<p>Harapannya, supaya di masa depan, kamu tidak perlu mencari-cari, dan melamar kerja. <\/p>\n\n\n\n<p>Bila personal Branding mu sudah bagus dan kamu dikenal dengan benar, maka banyak sekali peluang yang akan datang kepadamu. Dari sekedar ngisi webminar, hingga jadi affiliate produk atau jasa tertentu. Dan ini gurih sekali rupiahnya. Belum lagi berbagai koneksi yang kamu dapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p><div class='tm-tweet-clear'><\/div><div class='tm-click-to-tweet'><div class='tm-ctt-text'><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Personal+Branding+yang+sukses+akan+membantu+mendukung+karir+dan+meningkatkan+penghasilan%21&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank'>Personal Branding yang sukses akan membantu mendukung karir dan meningkatkan penghasilan!<\/a><\/div><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Personal+Branding+yang+sukses+akan+membantu+mendukung+karir+dan+meningkatkan+penghasilan%21&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank' class='tm-ctt-btn'>Click To Tweet<\/a><div class='tm-ctt-tip'><\/div><\/div><\/p>\n\n\n\n<p>Tapi tentu, target yang utama, supaya kamu tiba-tiba dihubungi Headhunter atau recruiter yang meminta CV dan menawari kamu kerja. <\/p>\n\n\n\n<p>Perlu di ingat, bahwa Personal Branding ini tidak bisa instant. Perlu waktu berbulan-bulan (bahkan bertahun-tahun) sebelum mulai menampakkan hasilnya. Jadi, penting bagimu untuk disiplin dan konsisten melakukan Personal branding.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-ast-global-color-0-background-color has-ast-global-color-0-color\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apply Kerja \/ Kirim Lamaran<\/h2>\n\n\n\n<p>Sambil kamu melakukan Personal Branding, jangan lupa juga untuk apply kerja. Jadi Personal Branding dan apply kerja dilakukan secara bersamaan. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Boleh gak Kak kalau saya cuma apply kerja saja, tanpa melakukan Personal Branding? <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ya boleh saja. Kan kamu yang menjalani hidupmu sendiri, bukan saya. Hanya saja, jangan menyesal dan iri bila beberapa tahun mendatang karirmu (dan gaji) tidak sebagus temanmu yang melakukan Personal Branding secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p>OK, lanjut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cari Lowongan<\/h3>\n\n\n\n<p>Dimana cari informasi lowongan kerja?<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak. Kamu bisa mulai dari <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/linkedin.com\/\" target=\"_blank\">Linkedin<\/a>, <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.glassdoor.com\/index.htm\" target=\"_blank\">Glassdoor<\/a>, <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.jobstreet.co.id\/\" target=\"_blank\">Jobstreet<\/a>, atau <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/etraining.id\/lowongan-kerja\/\" target=\"_blank\">halaman lowongan kerja<\/a> yang ada di eTraining.id. Bebas, <em>sekarepmu<\/em>! <\/p>\n\n\n\n<p>Silahkan cari lowongan dari mana saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi, pastikan lowongan yang kamu cari itu sesuai dengan Career Path yang sudah kamu buat sendiri. Jangan menyimpang.<\/p>\n\n\n\n<p><div class='tm-tweet-clear'><\/div><div class='tm-click-to-tweet'><div class='tm-ctt-text'><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Apply+Kerja+pada+lowongan+yang+sesuai+career+path-mu+punya+probabilitas+diterima+yang+lebih+besar.&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank'>Apply Kerja pada lowongan yang sesuai career path-mu punya probabilitas diterima yang lebih besar.<\/a><\/div><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Apply+Kerja+pada+lowongan+yang+sesuai+career+path-mu+punya+probabilitas+diterima+yang+lebih+besar.&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank' class='tm-ctt-btn'>Click To Tweet<\/a><div class='tm-ctt-tip'><\/div><\/div><\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, Career Path kamu menunjukkan untuk apply sebagai maintenance atau engineering di perusahaan tambang Multinasional, ya jangan apply bila ada lowongan jadi Teller di Industri Perbankan Nasional. Meski, kamu merasa mampu untuk apply disitu. <strong>Stick to your Career Path!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi bila ini adalah pekerjaan pertama kamu. Sebab, pekerjaan pertamamu cenderung menentukan pekerjaan-pekerjaan kamu selanjutnya di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ya kecuali kalau lowongannya beda-beda tipis, dengan skill \/ kompetensi yang dibutuhkan kurang lebih sama. Misalnya Career Path kamu sebagai Maintenance Staff di Perusahaan Tambang Multinasional, eh ternyata ada lowongan terbuka sebagai Maintenance Planner Perusahaan Alat Berat Multinasional. Ya sikat aja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan Fresh Graduate<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada tiga kesalahan yang umumnya dilakukan oleh Fresh Graduates ketika mengirimkan lamaran kerja via email. <\/p>\n\n\n\n<p>Yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong>Satu CV untuk semua<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Fresh Graduates pada umumnya hanya membuat 1 CV saja, kemudian disebar massal ke berbagai lowongan. Tanpa peduli apa posisi yang diminta. Tanpa melihat apakah CV-nya cocok atau tidak dengan lowongan yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lakukan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadikan CV-mu customize. <\/p>\n\n\n\n<p>Tapi jangan rombak seluruh isi CV kamu. Cukup beri editan-editan kecil berisi penekanan yang berbeda, sesuai posisi yang sedang kamu lamar.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li><strong>Email blank atau asal copas<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Saking banyaknya email lamaran kerja yang dikirimkan, Fresh Graduates seringkali &#8220;terlalu capek&#8221; untuk menulis pengantar di emailnya. Sehingga emailnya kosongan. Hanya berisi attachment CV-nya saja. <\/p>\n\n\n\n<p>Atau pengantarnya hasil copas massal, yang tidak di cek terlebih dahulu sebelum dikirmkan. Akibatnya, pengantar berisi salam ke HRD PT ABC tapi emailnya ditujukan ke HRD PT KLM. <\/p>\n\n\n\n<p>Jangan gitu ya..<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, attitude itu penting. Dan attitude-mu dilihat pertama kali melalui emailmu. Kalau pengantar emailnya saja menunjukkan kamu tidak teliti, asal-asalan, atau malas, kira-kira bakal diproses gak CV kamu?<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li><strong>Mengirimkan dokumen pribadi<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Seringkali email lamaran kerja yang dikirimkan tidak hanya berisi CV saja. Namun juga berisi Ijazah, Transkrip Nilai, KTP, bahkan ada juga yang mengirimkan scan Kartu keluarga. Buat apa?<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin niatnya supaya sekalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa ada perusahaan yang meminta data-data tersebut untuk dikirimkan saat melamar via email. Tapi sebagian besar perusahaan tidak memintanya. Apalagi yang sudah Multinasional. Perusahaan skala nasional pun, saya lihat sudah jarang yang meminta dokumen pribadi dilampirkan via email.<\/p>\n\n\n\n<p>Data dan dokumen pribadi seperti KTP, Ijazah, dkk biasanya akan diminta hanya bila kamu lolos screening CV. Kamu bawa fotokopinya saat wawancara kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Lagipula sangat riskan memberikan dokumen pribadi begitu saja. Apalagi di tengah maraknya penipuan online sekarang ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Siapa yang jamin datamu tidak disalahgunakan?<\/p>\n\n\n\n<p><div class='tm-tweet-clear'><\/div><div class='tm-click-to-tweet'><div class='tm-ctt-text'><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Tidak+perlu+kirimkan+Ijazah%2C+KTP%2C+atau+Transkrip+Nilai+saat+melamar+via+email.+Kecuali+bila+memang+diminta.&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank'>Tidak perlu kirimkan Ijazah, KTP, atau Transkrip Nilai saat melamar via email. Kecuali bila memang diminta.<\/a><\/div><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Tidak+perlu+kirimkan+Ijazah%2C+KTP%2C+atau+Transkrip+Nilai+saat+melamar+via+email.+Kecuali+bila+memang+diminta.&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank' class='tm-ctt-btn'>Click To Tweet<\/a><div class='tm-ctt-tip'><\/div><\/div><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Catat, catat, catat<\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap lamaran yang kamu kirimkan, haruslah kamu catat. <\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa? <\/p>\n\n\n\n<p>Supaya ketika mendadak kamu ditelpon HRD, kamu tidak &#8220;lupa&#8221; kalau sudah pernah mengirim lamaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekaligus mencegah supaya kamu tidak berkali-kali mengirim lamaran yang sama, ke alamat yang sama. Iya kalau HRD nya menganggapmu persisten, lha kalau menganggap itu annoying gimana? Wassalam deh nasib lamaranmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, pastikan untuk mencatat setiap lowongan yang kamu apply. Kamu bisa membuat form excel sederhana untuk mencatatnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Setidaknya, catat beberapa hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Tanggal kamu apply lowongan tersebut<\/li><li>Nama Perusahaan dan Bidangnya apa<\/li><li>Alamat Perusahaannya<\/li><li>Email perusahaan<\/li><li>Nama recruiter \/ HRD-nya (bila ada)<\/li><li>Posisi yang kamu lamar<\/li><li>Progress yang berlangsung (kirim cv, psikotest, atau interview)<\/li><li>Tanggal kamu akan melakukan follow up<\/li><li>Keterangan hasil follow up<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Lho, kok ada follow up nya? Apa tidak menunggu HRD-nya yang menghubungi kita saja?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Idealnya memang begitu. Pihak HRD yang menghubungi kita. Namun, kadangkala kita perlu berinisiatif untuk menghubungi mereka. Menanyakan progress lamaran yang kita kirimkan. Kan, tidak semua HRD rajin mengabari progress lamaran setiap kandidatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari balasan HRD pun, kita juga bisa mengira-ngira bagaimana lingkungan kerjanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Bilamana dirasa mengganjal, kamu bahkan boleh dan berhak untuk tidak melanjutkan proses melamar di perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><div class='tm-tweet-clear'><\/div><div class='tm-click-to-tweet'><div class='tm-ctt-text'><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Tanggapan+HRD+atas+follow+up+lamaran+yang+kita+kirimkan%2C+bisa+membantu+kita+mengira-ngira+situasi+kerja+di+perusahaan+tersebut.&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank'>Tanggapan HRD atas follow up lamaran yang kita kirimkan, bisa membantu kita mengira-ngira situasi kerja di perusahaan tersebut.<\/a><\/div><a href='https:\/\/twitter.com\/share?text=Tanggapan+HRD+atas+follow+up+lamaran+yang+kita+kirimkan%2C+bisa+membantu+kita+mengira-ngira+situasi+kerja+di+perusahaan+tersebut.&#038;via=PT_Integra&#038;related=PT_Integra&#038;url=https:\/\/etraining.id\/notes\/panduan-karir-fresh-graduate\/' target='_blank' class='tm-ctt-btn'>Click To Tweet<\/a><div class='tm-ctt-tip'><\/div><\/div><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-ast-global-color-0-background-color has-ast-global-color-0-color\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Interview<\/h2>\n\n\n\n<p>Yak, setelah kamu mengirimkan berbagai lamaran, akhirnya ada perusahaan yang memanggil interview. Hooray!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"626\" height=\"521\" src=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-interview.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-148\" srcset=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-interview.jpg 626w, https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-interview-300x250.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption><em>Ilustrasi Interview \/ Wawancara Kerja. Lagi-lagi courtesy dari <a href=\"https:\/\/img.freepik.com\/free-vector\/candidate-hr-manager-having-job-interview_179970-134.jpg\">Freepik<\/a>.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Proses inteview sendiri bisa dilakukan berkali-kali, tidak cuma sekali. Hal ini tergantung dari kebutuhan, dan SOP di perusahaan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Sistemnya pun ada yang 1-on-1, panel interview, maupun group interview.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1-on-1 Interview<\/h3>\n\n\n\n<p>Interview yang 1-on-1 biasanya merupakan interview permulaan. Digunakan untuk menyaring kandidat atau melakukan checking tertentu atas data dalam CV-nya. <\/p>\n\n\n\n<p>Interview ini, biasanya dilakukan oleh recruiternya saja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Panel Interview<\/h3>\n\n\n\n<p>Panel interview, umumnya pelamar kerja di interview oleh pihak recruiter dan user. User yang menginterview biasanya lebih dari satu orang. Tergantung pada posisi yang sedang kamu lamar. Semakin krusial posisi yang kamu lamar, maka (biasanya) semakin banyak user yang ikut meng-inteview.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, proses interview pun bisa dilakukan berkali-kali. Tergantung pada seberapa tinggi, atau penting sebuah jabatan yang kamu lamar. Itu pun dengan user yang berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi untuk Fresh Graduate yang melamar untuk posisi entry level, biasanya interview cuma sekali saja. Dilakukan dengan panel interview yang dihadiri seorang user dan seorang recruiter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Group Interview<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikutnya adalah Group Interview. Kamu yang melamar sebagai Management Trainee akan mendapati group interview ini dalam proses melamar kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelaksanaan Group Interview ini, biasanya dengan mengumpulkan beberapa kandidat dalam satu ruangan. Lalu mereka diberi sebuah permasalahan, atau sebuah topik untuk di diskusikan solusinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Recruiter akan melihat keaktifan setiap peserta, cara tiap peserta berkomunikasi, attitude tiap orang, solusi pemecahan masalah, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Group interview ini umumnya tidak berdiri sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi setelah Group Interview, biasanya dilanjutkan dengan 1-on-1 interview untuk membahas pengamatan recruiter atas Group Interview yang baru saja terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Setelah tahu jenis interview yang akan kamu hadapi, sekarang kita bahas tindakan kamu dalam menghadapi interview.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sebelum Interview<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum interview berlangsung pastikan untuk mencari informasi terkait perusahaan yang mengundangmu. Industrinya apa, produknya apa saja, bagaimana gambaran lingkungan kerjanya, apa saja tantangan yang sedang dihadapi perusahaan tersebut saat ini, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi yang kamu kumpulkan ini akan sangat berguna untuk menambah impresi akan dirimu, di mata user dan recruiter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ketika Interview<\/h3>\n\n\n\n<p>Fresh Graduate biasanya gugup dan tegang ketika menjalani interview. Padahal, interview itu sendiri pada intinya untuk mencari kecocokan antara calon pekerja dengan calon perusahaan. Juga untuk mencari bukti, dan fakta atas isi CV mu. Jadi, selama kamu jujur, tidak perlu tegang dan gugup. Tenang saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersikaplah, kurang lebih seperti ketika kamu diajak oleh orang tuamu untuk berkunjung ke rumah kerabat jauh yang tidak pernah kamu temui sebelumnya. Bersikaplah sopan, tapi tidak terlalu formal. Santai, tapi tidak terlalu akrab. Jangan kaku, apalagi SKSD. Sok Kenal, Sok Dekat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjawab pertanyaan interview, kamu bisa menggunakan metode CAR. <em><strong>Challenge &#8211; Action &#8211; Results.<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, kamu hanya perlu menjabarkan Challenge atau tantangan yang kamu hadapi, lalu kamu lanjutkan dengan Action atau tindakanmu untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Dan di akhiri dengan Results atau hasil yang kamu peroleh dari tindakan yang kamu lakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bilamana dirasa tepat, selingi interview dengan sedikit canda. Sehingga suasana tidak tegang. HRD atau recruiter biasanya sudah terlatih untuk mengkondisikan situasi, supaya suasananya cukup cair. Jadi, seringkali kamu hanya perlu &#8220;ngikut saja&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Di akhir sesi interview, biasanya user atau recruiter akan bertanya: &#8220;apakah kamu ada pertanyaan terkait perusahaan ini?&#8221; Nah, ini adalah salah satu momen dimana kamu bisa menonjol dan di ingat, bila dibandingkan kandidat lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, ketika diberi kesempatan bertanya, para Fresh Graduate mayoritas tidak bertanya. Dan kalau pun bertanya, biasanya pertanyaannya cenderung biasa saja. Tidak memberi kesan mendalam pada user ataupun recruiter.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan yang terkesan biasa saja antara lain: <em>&#8220;Bagaimana jenjang karir di perusahaan ini?&#8221;<\/em> atau <em>&#8220;Bagaimana lingkungan kerja disini?&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa saya bilang pertanyaan seperti itu biasa saja? Karena kandidat lain kemungkinan sudah bertanya seperti itu. Dan recruiter mungkin sudah cukup bosan untuk menjawab pertanyaan tersebut berkali-kali dalam sehari.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"626\" height=\"417\" src=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-recruiter-yang-bosan.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-149\" srcset=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-recruiter-yang-bosan.jpg 626w, https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ilustrasi-recruiter-yang-bosan-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption><em>Ilustrasi Recruiter yang bosan dengan pertanyaan itu-itu saja. Iya, ini juga courtesy <a href=\"https:\/\/img.freepik.com\/free-photo\/bored-male-worker-has-tired-facial-expression-looks-displeasure-works-long-hours-project-task-has-dark-healthy-skin-sticks-notes-notepad_273609-23655.jpg\">Freepik<\/a>.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Karena kamu sudah mencari informasi terkait perusahaan ini, maka gunakan informasi tersebut untuk mengajukan pertanyaan berbobot. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kamu fresh graduate yang melamar sebagai Procurement staff di perusahaan manufaktur. Kamu sudah cari tahu, bahwa manufaktur tersebut memerlukan produk turunan dari minyak mentah sebagai bahan baku utama produknya. Sedangkan saat ini, harga minyak sedang tinggi dikarenakan konflik Rusia-Ukraina.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa bertanya seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>U (user): Ada yang ingin ditanyakan terkait perusahaan ini?<\/p><p>K (kamu): Perusahaan ini kan memerlukan produk turunan minyak sebagai bahan bakunya. Ditengah kenaikan harga minyak yang gila-gilaan belakangan ini, bagaimana tindakan perusahaan? Apakah ada rencana tertentu?<\/p><p>U : Oh iya, ada rencana terkait hal ini. Kami berniat untuk mencari supplier baru yang harganya lebih bersahabat.<\/p><p>K : Apakah tidak bisa di nego dengan supplier saat ini Pak?<\/p><p>U : Saat ini sedang proses Mas, cuman saya tidak bisa memberi informasi lebih lanjut terkait hal itu.<\/p><p>K : Berarti kalau keterima disini, saya ikut mencari supplier baru dong Pak?<\/p><p>U : Sepertinya begitu Mas.<\/p><p>K : Wah, saya jadi makin deg-degan nih buat kerja disini.<\/p><p>U : Kok bisa gitu Mas?<\/p><p>K : Iya, kalau ikut cari supplier, siapa tahu bisa ikut site visit juga. Kan lumayan, bisa jalan-jalan Pak. Hehe..<\/p><p>U : Hehehe.. bisa aja Mas.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Setelah Interview<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah interview berakhir, dan kamu pulang ke rumah, jangan lupa untuk :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Mengirimkan <em>Thank You email<\/em><\/li><li>Update Formulir Apply Kerja-mu<\/li><li>Tuliskan kekurangan maupun pelajaran berharga yang kamu dapatkan dari interview tadi. Pastikan untuk tidak mengulangi kesalahan, atau kekurangan tersebut di interview berikutnya.<\/li><li>Kirimkan dokumen yang diminta oleh recruiter atau user <em>(bila mereka memintanya)<\/em>.<\/li><li>Lakukan <em>Personal Branding<\/em>. Tuliskan pengalamanmu (terutama kesanmu) selama interview di Linkedin, sapa juga user dan recruiter bila mereka juga ada di Linkedin.<\/li><li>Move-on, dan bersiaplah untuk interview selanjutnya.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-ast-global-color-0-background-color has-ast-global-color-0-color\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Psikotest<\/h2>\n\n\n\n<p>Sekarang kita bahas langkah berikutnya, yang harus kamu lakukan sebagai Fresh Graduates ketika menjalani tahapan Psikotest. Pertama kamu harus tahu terlebih dahulu, jenis psikotest seperti apa yang akan kamu hadapi.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya secara pribadi membagi psikotest menjadi 2 jenis, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Pre-Interview, dan<\/li><li>Post-Interview<\/li><\/ol>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Iya, saya tahu ini bukan pengelompokan jenis psikotest yang pas, tapi demi memudahkan para Fresh Graduate, kita gunakan ini saja.<\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pre-Interview<\/h3>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan namanya, Psikotest Pre-Interview adalah test psikologi yang dilakukan <strong>sebelum <\/strong>seorang kandidat di Interview. Biasanya psikotest ini dilakukan secara massal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"500\" src=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tes-Psikologi-Polri-TNI-Tahapan-Seleksi-Masuk-TNI-Polri.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-74\" srcset=\"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tes-Psikologi-Polri-TNI-Tahapan-Seleksi-Masuk-TNI-Polri.jpg 900w, https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tes-Psikologi-Polri-TNI-Tahapan-Seleksi-Masuk-TNI-Polri-300x167.jpg 300w, https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Tes-Psikologi-Polri-TNI-Tahapan-Seleksi-Masuk-TNI-Polri-768x427.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption><em>Ilustrasi Tes Psikologi Polri TNI; bukan Freepik. Gambar diambil dari <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/tarunaeducation.com\/penjelasan-tes-psikologi-polri-tni-dan-contoh-soal-tes-psikologi-polri\/\" target=\"_blank\">tarunaeducation.com<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Pernah daftar ASN atau Polri? <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, mereka lah institusi yang sering melakukan model psikotest seperti ini. Beberapa perusahaan Nasional ada juga sih yang begitu. Tapi <strong>mostly, not!<\/strong> Perusahaan Multinasional malah tidak pernah saya ketahui melakukan &#8220;<em>kekonyolan<\/em>&#8221; seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tujuannya apa melakukan psikotest sebelum proses interview?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ya tentu <strong>untuk eliminasi peserta<\/strong>. Biasanya karena pesertanya membludak dan dibarengi dengan syarat melamar yang sangat mudah. Isi psikotestnya biasanya berisi soal untuk menghitung cepat, bermain logika dengan angka, dsb. <\/p>\n\n\n\n<p>Intinya, untuk bisa lolos tipe psikotest seperti ini, kalian harus sering-sering berlatih. <\/p>\n\n\n\n<p>Beli saja buku-buku &#8220;trik lolos psikotest ASN atau Polri&#8221; yang ada di pasaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Post-Interview<\/h3>\n\n\n\n<p>Sesuai juga dengan namanya, Psikotest Post Interview adalah test psikologi yang dilakukan <strong>setelah <\/strong>kamu lolos Interview. Psikotest seperti ini biasanya hanya di ikuti beberapa orang saja. Tidak massal seperti model Psikotest Pre-Interview.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan tentu saja, tidak ada soal salah atau pun benar dalam psikotest-nya. Kenapa? <\/p>\n\n\n\n<p>Karena psikotest seperti ini memang tujuannya untuk mengenali watak dan potensimu. Bukan tipe psikotest untuk eliminasi peserta.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, saran saya, jujurlah ketika mengerjakan Psikotest (yang tipe Post-Interview). Sebab, memang tidak ada trik. Tidak perlu latihan juga.<\/p>\n\n\n\n<p>Jujurlah!<\/p>\n\n\n\n<p>Metode test yang umum digunakan biasanya metode DiSC. <\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-ast-global-color-0-background-color has-ast-global-color-0-color\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Job Offer &amp; Nego Gaji<\/h2>\n\n\n\n<p>Informasi buat kamu yang Fresh Graduates, Job Offer ini adalah tahap terakhir sebelum kamu benar-benar bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Job Offer (atau Job offering Letter), adalah surat yang ditujukan ke calon pekerja, untuk bekerja pada posisi atau jabatan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Job Offer ini biasanya berisi tawaran kerja, termasuk jumlah gaji, tanggung jawab pekerjaan, nama atasan langsung atau manajermu nantinya, dan tentu saja jabatannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahap ini, biasanya kamu baru bisa nego gaji. Jadi jika kamu rasa tawaran gaji yang tertulis di Job Offering Letter dirasa kurang, maka silahkan bila meminta untuk ditambah. Tapi yang reasonable ya alasan kamu minta nambah gaji.<\/p>\n\n\n\n<p>Oh iya, tambahan yang di approve, pada umumnya di kisaran 5-20% dari nominal semula yang ditawarkan kepadamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, kalau semua yang tertulis di Job Offering Letter sudah dirasa cocok, ya silahkan kamu tanda tangani. Setelah tanda tangan, ya kamu sudah resmi keterima kerja.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background has-ast-global-color-0-background-color has-ast-global-color-0-color\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Konsistensi<\/h2>\n\n\n\n<p>Sekarang ini adalah langkah terakhir dan yang paling sulit untuk di lakukan. Namanya Konsistensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsisten untuk apa?<\/p>\n\n\n\n<p>Konsisten untuk terus melakukan Personal Branding meski sudah dapat kerja. Ini sulit. Karena biasanya, begitu sudah keterima kerja tidak lagi melakukan aktivitas Personal Branding.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal ini penting. Sebab, kamu punya Career Path untuk di ikuti. <\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, dengan Personal branding yang benar, akan mempermudah diri kamu sendiri untuk mendapatkan kerja, atau meningkatkan karir di masa mendatang. Berpikirlah jauh kedepan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pastikan juga untuk melakukan adjustment atau penyesuaian terkait Career Path kamu. Sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang kamu alami. Sehingga kamu bisa terus mengetahui skill gap, dan bisa membuat action list yang tepat untuk meningkatkan karirmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, setelah sukses membaca sampai sini, silahkan kamu buat Career Path mu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tulis komentar dibawah bila ada pertanyaan ya..<\/p>\n<div class=\"ttr_end\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panduan ini akan membantu setiap Fresh Graduate untuk meraih karir impiannya. Dijabarkan dengan sederhana dan mudah untuk di aplikasikan. Meski ditujukan untuk Fresh Gradute, Anda yang sudah berpengalaman pun bisa menerapkannya. Sesuai dengan judul, panduan ini diperuntukkan untuk mendapatkan karir, bukan sekedar pekerjaan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[12,11],"class_list":["post-1","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-entry-level","tag-fresh-graduate"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1"}],"version-history":[{"count":58,"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":150,"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1\/revisions\/150"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/etraining.id\/notes\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}